Monday, January 29, 2018

DEAR MANTAN

Mantan

Tulisan ini saya beri judul mantan. Bukan bermaksud sengaja ingi mengingat mantan, tetapi ingin meluapkan isi hati yang berkecamuk selama beberapa bulan ini. Ya kali aja tiba-tiba dia nyasar ke blog saya hahaha.

Ceritanya, beberapa bulan belakangan mantan saya jadi sering menghubungi saya. Dan ini membuat saya terpikirkan terus. Meski tak selalu saya respon, tak munafik terkadang kembali teringat kenangan bersama dia, tapi juga teringat kejadian terakhir yang membuat hubungan menjadi kandas. Saya pikir, saya masih sensitif dan melankolis.

Pada suatu hari saya bertanya kepadanya, apakah istrinya tahu kalau dia wa saya. Dia mengatakan nggak. Kemudian saya bertanya kembali, apa nggak masalah. Dan dia jawab, masalah gimana. Dan sampai saya menulis ini belum saya balas.

Mungkin menurut dia tidak masalah tapi saya ini wanita yang juga sekaligus mantan. Saya tidak tahu dan tidak mengerti kenapa seorang lelaki menghubungi mantannya lagi setelah waktu yang cukup lama tidak berkomunikasi. Padahal disaat posisi dia sudah menikah dan memiliki anak pula. Ya, mungkin tidak masalah untuknya. Tapi bagaimana jika pada akhirnya sang istri tahu. Masa dia nggak ngecek HP suaminya (memangnya kamu simpan dengan nama apa nomor saya). Ya, syukur-syukur kalau istrinya tidak mempermasalahkan, tidak seperti saya. Tapi sedikit banyaknya pasti ada kecamuk juga di dalam hati.

Tapi meskipun begitu hendaknya suami menjaga perasaan pasangannya. Apa perlu menghubungi mantan hanya untuk sekedar bilang, “pagi”, “siang”, “sore” atau mengirim emoticon-emoticon nggak jelas. Jika hanya sekedar mengucapkan salam atau bertanya kabar, itu masih wajar dan tidak masalah. Sebenarnya bisa saja saya blokir nomornya. Tapi saya berpikir itu membuat saya tidak bisa berdamai dengan masa lalu.

Yang membuat saya masalah dengan hal ini adalah dia sudah menikah dan punya anak sedangkan saya masih sendiri (dan dia tahu itu) lalu maksud lu apa. 

Tuesday, October 24, 2017

Ssssssssttt,,,,,,,Gelar Gue Berubah????????


Yupz, postingan kali ini judulnya Gelar Gue Berubah?????. Dan gue (yaelah sok sok an pake gue luuu nyet) bingung kenapa bisa berubah. Yah, tanggal 23 september kemarin (2017) gue wisuda setelah 6 tahun berjibaku dengan panasnya tanah Dompak. Sebenarnya gue udah lulus tahun 2016 ding, hanya baru bisa mengikuti wisuda gelombang kedua tahun 2017 ini padahal harusnya gue bisa wisuda gelombang pertama  tapi karena ada hal lain yang tak bisa ditoleransi walhasil gue baru bisa gelombang kedua (kata-kata lu muter-muter situ aje pusing gue bacanya).

Gue ikut wisuda penuh dengan rasa malas berbeda dengan orang yang pasti bersuka cita akhirnya lulus dan bisa merayakannya. Gue udah hilang semangat untuk wisuda gara-gara diundur harus nunggu 1 semester ditambah nggak ada pendamping (maksud gue nyokap gue). Gue aja nggak ada kenangan yang banyak waktu prosesi wisuda kemarin, jangankan foto selfie pake toga, foto dengan teman aja kepaksa hanya dapat beberapa foto doang (itupun karena mereka memaksa). Walhasil nggak ada yang bisa gue liat-liat. AAhh bodoh dah, gue juga malu liat muka gue yang kayak topeng dimana bedak gue udah celempang-celempang (lu kagak ngerti celempang artinya belepotan, bertumpuk, tak merata, luntur ya gitulah).

Masya Allah panasnya ruang wisuda itulah yang membuat bedak gue luntur tak berbentuk, ditambah bulu mata gue lepas pula gara-garanya ada temen gue yang iseng narikin penutup muka gue waktu gue tidur-tiduran nunggu giliran naik keatas podium. Bayangkan ada sekitar 650-an orang yang wisuda dan kami urutan terakhir harus menunggu 500-an orang…walhasil gue harus pelan-pelan mengedipkan mata (seperti mengedipkan mata kepada kekasih ahahaha).

Oke cerita wisuda sekian dulu, sekarang kembali ke topik utama. Iya, title gue berubah. Ceritanya gue kan lulus bulan September tahun 2016 nah waktu itu akreditasi prodi gue masih C dan otomatis title gue juga masih Sarjana Sosial (S.Sos.). Dan sebulan kemudian akreditasi prodi gue menjadi B dan otomatis title yang disandang pun bukan Sarjana Sosial (S.Sos.) lagi melainkan sudah berubah menjadi Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) sebenarnya gue juga bingung penulisannya kayak gimana tapi kampus gue pakenya gitu jadi gue tulis juga gitu.

Akan tetapi gue sempet bingung ketika gua lihat buku dies natalis, tertulis gue lulus bulan April tahun 2017. Dan ada terlintas kalo ngikutin taggal kelulusan yang baru berarti gelar gue bukan S.Sos. lagi tetapi S.I.P. dong ya??. Dan saya bertanya kepada teman-teman dan mereka pada nggak tahu semua mengapa bisa begitu. Akhirnya gue tanya ke staf langsung dan stafnya bilang memang sudah berubah. Gue bingung, kog bisa????? Apakah tidak masalah seperti itu kedepannya???

Ya sudahlah mungkin ini kebijakan kampus, biar mahasiswanya bisa menyandang gelar S.I.P. dan nggak pinjam gelar S.Sos. lagi dari jurusan lain.Saya terima saja dengan lapang dada.

Friday, July 21, 2017

PUASA NADZAR

Puasa nadzar merupakan puasa yang dilaksanakan ketika kita menginginkan atau mengharapkan seuatu kemudian harapan tersebut terakabul. Maka ia wajib untuk membayar nadzar tersebut. Jika ia tidak mampu untuk membayar nadzar tersebut maka ia dikenai denda atau kaffarat. Pada dasarnya hukum puasa bernadzar adalah mubah atau boleh. Asalkan nadzar yang telah diucapkan harus dilaksanakan atau dipenuhi karena ia termasuk janji (yang menjadi hutang) kepada Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,
“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah: 270)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696)


Macam-macam puasa nadzar :
1. Puasa Nadzar Nafsi
Artinya melakukan puasa yang berkaitan dengan pribadi masing-masing orang. Puasa ini tidak untuk berjamaah, dan nadzar nafsi dilaksanakan apabila menginginkan sesuatu atau ber-nadzar. 
2. Puasa Nadzar Ahli
Artinya melakukan suatu puasa nadzar yang bekaitan dengan orang lain maksudnya bukan untuk dirinya sendiri. Misalnya: ada seseorang yang kita nadzarkan, dan dengan nadzar kita orang itu dari perbuatan yang tidak baik menjadi baik.
3.  Puasa Nadzar Juriat
Artinya melakukan sesuatu nadzar kepada tempat ibadah. Yang dimaksud tempat ibadah di sini ialah tempat-tempat yang suci seperti:
a.       Bernadzar ke Baitullah
b.      Bernadzar ke Masjid Nabawi
c.       Bernadzar ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha

Adapun denda/sanksi/kafarat bagi yang tidak mampu/sanggup melakukan puasa nadzar adalah seperti dibawah ini. Ia boleh memilih salah satu dari ketiga kaffarat dibawah ini.:

1. Membebaskan budak/hamba sahaya, namun untuk saat ini tidak ada budak, sehingga untuk menerapkan   kaffarat tersebut bisa dibilang sulit atau tidak bisa.
2. Memberi makan sepuluh fakir miskin, atau memberi pakaian mereka, seseuai dengan kadar makanan atau pakaian yang biasa ia berikan kepada keluarganya.
3. Berpuasa selama tiga hari dan tidak harus berturut-turut.


sumber: 
https://muslim.or.id
http://wajoo.blogspot.co.id



Wednesday, July 12, 2017

Sumber Keuangan Desa

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa 71 ayat 1 sumber pendapatan desa berasal dari:
  1.  pendapatan asli Desa terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli Desa;
  2. alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
  3. bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten/Kota;alokasi dana Desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota;
  4. bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran
  5. Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota;
  6.  hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga; dan
  7. lain-lain pendapatan Desa yang sah.

Rasa Kecewa Yang Mendalam Karena "PESANTREN IMPIAN"

PESANTREN IMPIAN

Entah bagaimana cara mengungkapkan rasa kecewa ini (aah lebay)....
Ia tapi saya benar-benar kecewa, kecewa yang teramat sangat dengan apa yang saya saksikan. Padahal sebelum itu sangat antusias saya ingin menyaksikan film yang sudah saya tunggu-tunggu jauh sebelum ada info bahwa novel yang sangat bagus tersebut akan difilmkan. Aaaaah tetapi sungguh saya kecewa (entahlah Mbak Asma Nadia apakah sekecewa saya atau entahlah apakah ada orang lain yang juga sekecewa saya) ketika menyaksikan film dengan novel jauh berbeda.

Flashback,,,,

Melihat ke belakang, saya membaca novel ini ketika saya masih duduk di kelas 2 bangku  SMP. Tapi waktu itu bukan berbentuk novel melainkan cerita berseri di sebuah majalah remaja islami (Majalah ANNIDA #ada yang tahu?????). Ya kalau banyak yang nggak tahu saya juga maklum, karena susah banget nyarinya jaman sekarang. Ketika itu saya membaca (pesantren impian) pun nggak dari awal cerita dan nggak sampai tamat juga. Saya ingat saya membaca hanya beberapa serinya saja, setelah itu berhenti karena tak saya jumpai majalahnya lagi. Sejak itu saya selalu terbayang-bayang (kayak terbayang sama mantan) apa ending dari cerita tersebut..sampai ketika saya kuliah saya cari novel pesantren impian tersebut di perpustakaan dan tempat peminjaman buku, kagak ketemu mak (giiilaaak misterius banget kayak ceritanya).

Baru di tahun 2015 akhirnya ku menmukanmu (nyanyi ding). Ia pada akhirnya penantian panjang setelah sekian lama mencari-cari, novel tersebut saya temukan di facebook (ooooowhh facebook sungguh engkau berjasa karena telah mempertemukan kami).Singkat cerita akhirnya saya mencoba memesan novel tersebut bersama dengan novel yang lainnya (Surga yang Tak Dirindukan dan Cinta Di Ujung Sajadah).

Setelah beberapa hari sampai juga novel yang ditunggu-tunggu, langsung tak sikat (#baca). Tidak butuh waktu yang lama untuk membaca novel tersebut. Cukup 1 hari setengah kelar (seketika ingat malas baca buku pelajaran dan ngaji huhuhuhu). Akhirnya rasa penasaran terhadap ending novel tersebut terobati sudah walaupun masih bertanya-tanya siapakah si gadis sebenarnya (yang pernah baca novel ini pasti paham apa yang saya oceh susahnya menebak-nebak siapakah si gadis, Inong kah???).

Disini saya bukan untuk meresume novel ataupun meriview "PESANTREN IMPIAN", tetapi saya hanya menuliskan kekecewaan saya antara novel dengan film.

Sungguh saya kecewa, tak seperti bayangan saya. Sungguh saya kecewwa (entah berapa kali saya harus katakan). Sungguh saya kecewa. Baca novelnya dan tontonlah filmnya agar kalian bisa mengerti apa yang saya rasakan, karena teman saya juga kecewa setelah itu.

Sebenarnya tak dipungkiri setiap novel yang difilmkan pastilah akan ada perubahan-perubahan.  Entah itu dari ceritanya, bahasanya, ataupun karakter tokohnya. Tapi sayangnya di film ini terlalu jauh perubahannya sehingga inti dari novel pun tidak tersampaikan.

Di filmn ceritanya malah jadi kayak horor gitu, ada tokoh-tokoh yang tidak ada di novel, karakter-karakter orangnya juga berbeda. Jika saya tidak pernah membaca novel “Pesantren Impian” sebelumnya mungkin saya akan mengatakan film ini bagus. Tapi sayangnya saya sudah membaca novel ini jauh sebelum menonton filmnya. Sehingga ketika menyaksikan filmnya yang tidak sesuai ekspetasi saya, saya menjadi kecewa. Kog jadi gini ya jalan cerita di filmnya, kog beda banget ya dengan di novel?. Huuuhhh pokoknya saya kecewa. Sehingga saya pun berpesan kepada saya, bahwa jangan pernah berharap pada sesuatu secara berlebihan. Jangan berharap bahwa sesuatu itu akan sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Karena kecewa yang akan kamu temui. Hahaha


udahlah segitu aja menggambarkan kekecewaan saya...

Pada Intinya : COBA BACA NOVELNYA DULUAN BARU NONTON FILMNYA...






Tuesday, April 25, 2017

Lipstick Pradasari Matte + Vitamin E

Haiii,,,,semua selamat datang di blog saya,,,,,☺
Kali ini saya akan mereview lipstick matte dari pradasari (hampir-hampir mirip dengan lipstick matte purb*sari ya namanya) tepatnya hanya berbagi cerita sedikit karena saya nggak bisa meriview suatu produk mau itu  produk kesehatan, produk makanan apalagi produk kecantikan, seperti beauty blogger-beauty blogger dan selain itu saya nggak ngerti dengan istilah-istiah yang dipakai para beauty blogger itu.

Awal mulanya saya nggak tahu dengan lipstick ini, selain saya bukan pecinta lipstick (karena jarang banget pake lipstick sekalipun keluar rumah untuk hangout), dan baru sekitar satu tahunan lebih ini saya coba-coba pake lipstick (sebelumnya kuliah aja hanya bedakan tipis no lipstick #habis nggak PD berasa kayak pantat ayam gitu bibir) #udah nggak usah banyak curcol deh,,,

Lanjut yaa,,,,awal mula saya kenalan dengan lipstick ini. Ceritanya, saya kan beli lipstick matte purb*sari dengan temen yang jualan online gitu. Trus ada temen kuliah yang nanyain, "eh, coba tanya dia ada jual lipstick pradasari nggak? soalnya lipsticknya tu nggak kering di bibir, nggak pecah-pecah gitu". Karena saya penasaran lalu saya gugling-gugling nyariin lipstick pradasari ini. Eh yang keluar malah lipstick purb*sari. Susah banget nyari reviewnya (apakah banyak yang nggak tahu ya?? wah nggak seterkenal si lipstick purb*sari).

Selang beberapa waktu saya cari-cari di olshop ternama "s*ph*e", sama aja susah nyarinya. Hanya ada satu toko yang jual ini lipstick, setelah lihat-lihat testimoni-testimoni dari pembeli toko tersebut akhirnya saya memberanikan diri untuk chat mbak yang jualan (mbaknya ramah banget, langsung dibalas padahal saya banyak tanya gitu, maklum kan saya nggak tahu anatara nomor dengan warna lipsticknya). Dan singkat cerita saya pesan tiga (seminggu setelah pesan lipsticknya sampe rumah, semuanya merah-merah dengan nomor sesuai pesanan). Fotonya dibawah yaaaa,,,,,,

INI LIPSTICK MERAH SEMUA SAMPE NGGAK BISA BEDAIN WARNANYA #ditambah kamera yang usang dan pencahayaan yang nggak pas (#nggak bakat jadi fotografer #ngomong apa sih kamu?)




Bisa dilihatkan tampilannya, menurut saya sih kemasannya simpel tapi kuat gitu nggak ringkih, malahan kemasannya itu bagus menurut saya untuk ukuran lipstick dibawah 40an ribu ya. Trus tutupnya rapat dan kuat, dengan bunyi klik ketika menutup (jadi amanlah kalo disimpan dalam tas nggak bakal kebuka sendiri, kalo jatoh pun mungkin nggak akan kebuka palingan pecah aja #belum diicoba sh, sayang boooo barang baru hehehe). Oia, ada semacam kaca (bukan kaca sih) dibawahnya yang memperlihatkan warna lipstick itu sendiri, ya walaupun nggak begitu jelas (itu karena lipstick yang saya pesan merah-merah jadi nampak sama semua warnanya hehehe,,,,,) lihat seperti gambar di bawah ini ya...


Dan ketika lipstick ini sampe yang pertama saya lihat adalah kandungan di dalamnya, apakah ada paraben atau nggak. Nah, lipstick ini nggak ada parabennya (dan ini point penting buat kosmetik yang saya pakai, entah kenapa saya nggak gitu suka dengan kosmetik yang ada parabennya, kalau bisa dihindari maka akan saya hindari kayak ngehindar kalo liat mantan #curcol lagiiiiiii). Dan ada tanggal kadaluarsa yang jelas jadi point plus lagi untuk tampilannya (dan yang saya punya ini masih lama cuy 2019 nanti). Seperti ini nh gambarnya,,,,,,,


Dan untuk kesan saya pada hasil lipsticknya (pada saat nulis sampe udah berapa baris ini saya belum pake semua itu lipstick hanya nomor 77 yang saya pake untuk nomor 78 masih utuh dan nomor 82 dibeli sama teman).

Nah, setelah saya coba poles-poles di bibir saya, emmmmm,,,,,,
Bagus hasilnya, bibir saya kan kering ya nah pas pake ini nggak menghasilkan polesan yang kering atau melupas di bibir saya meskipun saya nggak pakai lipbalm terlebih dahulu (nggak kayak kalo saya pakai purb*sari pasti hasilnya melupas-lupas jika nggak pakai lipbalm) karena saya nggak cocok pakai lipstick matte yang kering kayak si purb*sari. Nah pradasari ini matte tapi nggak kering teksturnya.

Dan aromanya, sama kayak lipstick pada umumnya wangi (karna kan setiap lipstick punya aroma khasnya) tapi lipstick pradasari ini nggak kuat (baca: nyengat). Saya suka dengan wanginya.



(BELUM ADA FOTONYA)

Thursday, April 20, 2017

TAMAN TUGU PENSIL TANJUNGPINANG


Tulisan Tugu Pensil (dibawahnya yang hitam itu Gurindam 12)

Tugu Pensil

Di Tanjungpinang ada sebuah taman yang bernama Taman Tugu Pensil yang terletak di Jalan Haji Agus Salim Kota Tanjungpinang. Awalnya saya sendiri sebenarnya tidak mengerti mengapa dinamai Tugu pensil. Apa karena disini ada sebuah tugu atau bangunan yang menyerupai eh nggak ding tapi memang berbentuk pensil.
Nih kayak gambar dibawah ini,,,,,

Setelah saya gugling-gugling ternyata ada maknanya mengapa dinamai Taman Tugu Pensil ternyata awalnya karena ada bangunan Tugu Pensil ini. Tugu Pensil ini sendiri dibangun sebagai simbol penghargaan atas keberhasilan Kepulauan Riau dalam pemberantasan buta huruf di daerahnya melalui program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada tahun 1960-an. Jadi agar bisa menarik perhatian pengunjung dan bisa menjadi salah satu tempat wisata di tengah kota dibangunlah taman di sekitaran Tugu Pensil ini.

Pendirian tugu ini dirancang sendiri oleh putra daerah tempatan yang bernama Ir Nizar Nasir. Dengan Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yaitu, Prof. Prijono pada pertengahan tahun 1962 (waah berarti sudah tua juga ya umurnya...dan masih berdiri sampai sekarang).

Berikut Deskripsi mengenai Taman Tugu Pensil ini,,,,,

Disekitar Tugu pensil ini dibuatlah taman agar nampak lebih indah dan bisa menjadi tempat wisata untuk melepas penat setidaknya sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah di sekitar taman atau kalau air laut lagi surut bisa juga kog kita bermain di pasir pantainya (tapi jangan berpikir pasirnya putih ya) maklum ini kan terletak di tengah kota yang tidak jauh dengan perumahan penduduk. Karena Taman Tugu Pensil ini terletak persis di pinggir pantai. Dimana dari taman ini juga kita bisa melihat Pulau Penyengat dan kapal-kapal fery yang sedang berlayar (haah berlayar???? ia apalah itu istilahnya) menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang ataupun perahu atau sampan nelayan yang sedang mencari ikan ataupun udang di laut sekitar taman. Selain itu kita juga bisa melihat orang-orang sedang bekarang atau orang yang mencari siput atau pun kerang di pantai sekitar Taman Tugu Pensil jika air sedang surut.


kayak gini nih penampakan kapal yang sedang menyebrang di depan Taman Tugu pensil hehehe
foto ini saya ambil ketika sunset menjelang jam 6 sore waktu setempat


Oia Taman Tugu Pensil ini buka 24 jam loh, mau datang jam berapa pun terserah awaklah. Jika di siang hari taman ini banyak dikunjungi segala umur mulai dari anak sekolah, emak-emak, bapak-bapak dan budak kecik akan tetapi kalau dah malam ini taman jadi tempat memadu asmara (alah mak ini bahasa) para sepasang kekasih (it's ok serah kalianlah asal tak neko-neko ye nak ^^).

Di taman ini ada juga fasilitas olahraga seperti lapangan volly dan permainan anak-anak (entar saya masukin foto-fotonya). Dan ada juga orang jualan makanan seperti pentol, teh obeng (eeiits bukan teh yang dimasukin obeng ya, tapi ini sebutan untuk teh es atau es teh atau ice tea hahaha) kalau tak nak beli teh obeng ada juga minuman yang isinya nenas dan wortel, ada juga orang jual gorengan, bakso dan sosis goreng. Kalau tak nak beli yang dipinggir jalan ada juga "KEDAI CISANGKUY" nah kalau disana banyak pilihan menu mulai dari makanan yang berat sampai yang ringan, lokasinya persis berhadapan dengan Taman Tugu Pensil.

Di Taman Tugu Pensil ini sebenarnya ada toilet akan tetapi sayangnya perhatian pemerintah dan kesadaran masyarakat terasa kurang. Dimana tidak ada air yang cukup bahkan ironisnya tidak ada air sama sekali di toilet jadi kotor dan bau banget (bau pipis). Tak habis pikir saya kog bisa ya orang buang air nggak pake disiram atau dibersihkan gitu omaygod,,,,,,,,,pening palak. Padahal menurut saya kebersihan dan ketersediaan air di toilet sangatlah penting, karena ini menjadi salah satu fasilitas penunjang yang mutlak bagi pengunjung (tak mungkin kita nak nahan boker same pipis kan).

Selain toilet yang tak terurus, kebersihan taman ini juga kurang diperhatikan oleh masyarakat yang berkunjung dan pemerintah setempat kurang tegas dalam membuat aturan bagaimana agar masyarakat yang sedang berkunjung ke taman bisa sadar untuk menjaga kebersihan taman ini. Meskipun ada sih pihak kebersihan dari pemerintah yang membersihakan setiap harinya, namun tetap aja sampah masih berserakan dimana-mana. Kalau sampah daun yang berjatuhan sih wajar ya wong disekeliling taman ditumbuhi pohon-pohon gede, tapi sampah plastik dari masyarakat yang berkunjung ini yang mengganggu keindahan dari taman ini (ironis sekali).

#edit

ini kuburan salah satu pahlawan yang ada di Taman Tugu Pensil (walaupun malam tapi nggak seram)


 rame yaa karena sedang ada lomba voli


Inilah deretan tempat sampah yang ada di Taman Tugu Pensil (kagak semua sh difoto)

Tu kan msh ada aja yang buang sembarangan padahal udah ada tong sampah hmm,,,,,,

ayunan yang malang (udah pada rusak ini salah satunya)

I LIKE THESE SIDES hmmm......







itu penampakan restoran cisangkuy yang agak terkenal di Pinang
#ROTI PISANG BAKAR

Semoga Pemerintah Kota Tanjungpinang lebih memperhatikan tempat ini dan memperbaiki fasilitas yang ada...terutama toiletnya...aamiin.

Postingan Terakhir

PENGALAMAN TES CPNS KPU TA 2018